Sedang memuat....Begini Ternyata Rasanya Jadi Pendaki Pemula. Rempong dan Deg-degan Tidak Karuan Jelang Pendakian!....

Begini Ternyata Rasanya Jadi Pendaki Pemula. Rempong dan Deg-degan Tidak Karuan Jelang Pendakian!

Pernah punya temen model begini? Atau lagi ketawa geli mengingat saat kalian bersiap mendaki pertama kali? Hampir pasti setiap orang ingin merasakan serunya mendaki, entah puncak yang jadi tujuan atau bukan. Namun faktanya, nggak semua orang berani mengambil keputusan untuk pergi mendaki. Butuh waktu libur atau cuti kerja, beserta kemampuan dan tenaga ekstra, serta kemantapan niat untuk benar-benar pergi mendaki. Dan sebagai seorang pemula, pasti perasaan perasaan rempongnya!

    sumber : OurFavoriteAdventure.com

Pertanyaan awal saat pertama kali mendaki, “Waduh apa aja nih yang aku bawa? boleh bawa mantan nggak buat diterjunin dari puncak sana?”


Guys! Pendaki pemula pasti pernah begini. Pergi ke gunung? Silahkan bawa tas kecil biar nggakmati kelaparan. Momen pertama kali ini bakal bikin nanya terus-terusan ke mereka yang sudah pernah main ke gunung, kalian pun akan meluangkan waktu ekstra untuk riset di dunia maya terkait apa saja yang harus kamu bawa dari rumah ke gunung yang akan kamu jelajah. Ya, bukankah begini kerempong-an pertamamu, Guys…

Nggak cuman rajin nanya perkara barang bawaan aja, kamu juga bakal bolak-balik tempat penyewaan alat outdoor untuk memastikan kelengkapan bawaanmu

Baru pertama kali. Pasti pengennya segalanya dipersiapkan dengan baik. Kalau boleh jujur nih, pas pertama kali nggunung dulu, pengennya nyamperin toko outdoor kan? Bukan tempat penyewaan. Pengennya sih punya sendiri. Terus mikir, “Duit ada sih di tabungan, tapi ini berlaku jangka panjang nggak ya? Taunya beli mahal tapi nggak kepakai lagi. Kan sayang.” Dan akhirnya tempat penyewaan jadi jujugan.


Berani taruhan, kamu pasti butuh waktu ngumpulin nyali buat minta ijin ke orang tuamu. Butuh durasi cukup lama buat ngatur siasat dan strategi biar misimu ke gunung dilancarkan oleh Ayah Ibu

Guys! H-1 bulan, H-2 minggu, H-1 minggu, H-2 hari, masih juga belum berani minta ijin. Sampai akhirnya, daripada jadi anak durhaka, kalian nekat ngomong ke orang tua tentang niatanmu ini. Terus menunjukkan peralatan dan perlengkapan untuk 4 hari mendaki. Baju hangat berlapis, bahan makanan, obat-obatan, dan segalanya sehingga orang tua percaya dan mengijinkan, lebih-lebih mendoakan. Sekarang masih suka kaya gini?

Selain menyiapkan mental, kamu pun paham kalau fisik juga harus ditangguhkan. Karenanya, menuju awal pendakian kamu akan rajin olahraga

Guys! Saat mendaki pertama kali kalian barengan dengan temen-temenmu yang bisa dikatakan expert. Pasti takut bakal ditinggalin di tengah jalan oleh mereka. Makanya itu, minimal dua minggu sebelum mendaki, kalian bakal rajin olahraga, minimal jogging tiap pagi atau sore di sekitaran komplek rumah. Iya kan? Pendakian kedua, ketiga, keempat pasti sudah mulai cuek.

Nggak peduli jomblo atau enggak, pas awal-awalnya mendaki pasti kamu mikir begini. “Ada yang cakep nggak ya di atas sana? Yakali turun gunung sudah punya gandengan.”

Guys! Dalam sekali pendakian pernah berorientasi seperti ini? Apalagi yang jomblo. Jadi, nggak cuma bawa peralatan mandi aja, melainkan lengkap dengan alat make-upnya juga. Biar tetep cantik. Ada sih ada yang beruntung ketemu jodoh di pendakian, tapi banyak juga berujung temen sampai balik ke kota. Saking seringnya main ke gunung dan nggak menemukan jodoh, lama kelamaan pun kamu makin selow dan cuek soal gituan.


Begini Ternyata Rasanya Jadi Pendaki Pemula. Rempong dan Deg-degan Tidak Karuan Jelang Pendakian! | yopiknik | 4.5